3 fosil tertua di dunia

Fosil tertua di dunia tentu saja membuat siapa saja menjadi penasaran dengannya. Kehadiran fosil yang ditemukan oleh beberapa peneliti selalu menimbulkan pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan hasil temuan seperti misalnya siapa nenek moyang pertama dan bagaimana kondisi kehidupannya. 

Setiap fosil yang ditemukan di seluruh berbagai penjuru terus diteliti untuk mengetahui umurnya. Bahkan ada banyak dugaan dan pernyaatan yang dikemukakan oleh para ahli mengenai berbagai fosil yang telah diketemukannya. Terlebih lagi mengenai fosil tertua di dunia yang selalu menggemparkan. Berikut ini beberapa fosil yang disebut sebagai fosil tertua dan ditemukan di berbagai wilayah. 

Tempurung kepala batita di Afrika Selatan

Fosil berupa tempurung kepala batita ditemukan di Afrika Selatan. Tempurung kepala batita yang merupakan fosil tertua ini diperkirakan berusia kurang lebih 2,04-1,95 juta tahun yang lalu. Profesor herries menyebutkan bahwa temuan tengkorak tersebut telah masuk ke jurnal Science dan temuannya tersebut diperkirakan berumur 2 juta tahun. 

Hal ini berarti bahwa fosil tersebut merupakan bagian dari fosil Homo Erectus yang tertua di sepanjang sejarah penemuan fosil. Memang ditemukan fakta yang menyatakan bahwa manusia purba cenderung memiliki otak yang lebih kecil daripada manusia masa kini. Namun manusia purba sudah dapat berjalan tegak dan dapat menjelajah hingga ke luar Afrika serta menetap di belahan dunia lainnya. Bagaimanapun juga penemuan tengkorak ini dapat membantu kita semua untuk bisa mengenal atau memahami nenek moyang kita. 

Fosil manusia pertama di Ethiopia

Ditemukannya tulang rahang yang diduga dari manusia pertama di dunia sempat terjadi pada tahun 2015. Bahkan sampel tersebut berusia 2,8 juta tahun. Temuan di Ethiopia tersebut menunjukkan adanya perubahan iklim yang pada akhirnya memicu terjadinya transisi pada manusia. Maka manusia yang semula memanjat pohon kini bisa berjalan dengan tegak. 

Hal ini berkaitan dengan rahang yang ditemukan tersebut semakin memperjelas hubungan manusia dengan primata. Tulang rahang tersebut ditemukan oleh seorang mahasiswa Ethiopian. Mahasiswa tersebut bernama Chalachew Seyum yang menemukan tulang rahang atas tepatnya di kawasan penelitian Ledi-Geraru. Penemuan ini tentu saja turut memberikan pengaruh pada masyarakat dunia. Terutama dalam hal pandangannya mengenai sejarah manusia pertama atau sejarah nenek moyang.

Manusia purba di Bumiayu

Penemuan fosil pernah terjadi di November 2016 dengan lokasi Bumiayu yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. Di tahap pertama rupanya penemuan yang pertama memberikan hasil berupa diketemukannya fragmen caput femori. Selanjutnya penemuan dilakukan lagi tepatnya pada bulan Maret 2017. Hasil penemuan kali ini berupa fragmen tulang pipih. 

Setelah itu terjadi lagi penemuan di bulan April 2018 yaitu diketemukannya fosil gigi isolasi sebanyak dua buah. Hasil penemuan tersebut kemudian diteliti oleh pakar arkeologi Yogyakarta. Profesor Harry Widianto menyebutkan bahwa fosil manusia yang telah ditemukan di wilayah Bumiayu tersebut berumur 1,8 juta tahun. Hal ini berarti bahwa fosil tersebut berasal dari 300.000 tahun yang lalu. Maka bisa dibilang bahwa fosil tersebut lebih tua jika dibandingkan dengan Homo Erectus yang pernah ditemukan di Sangiran tepatnya di Provinsi Jawa Tengah.

Berbagai jenis fosil tertua di dunia yang ada di atas mungkin bisa memberikan pandangan yang berbeda pada seluruh manusia. Sehingga manusia bisa mulai mengenal sejarah dunia lebih baik. Termasuk mengikuti sejarah nenek moyang yang hidup berjuta-juta tahun lalu. 


0 comments:

Post a Comment